Bagi seorang pelari, sepatu bukan sekadar alas kaki, melainkan investasi kesehatan untuk mencegah cedera. Baik Anda hobi jogging santai di sekitar Bintaro Exchange atau sedang mempersiapkan marathon di trek BSD City, performa sepatu lari sangat bergantung pada cara perawatannya.
Rata-rata sepatu lari memiliki usia pakai antara 500 hingga 800 kilometer. Namun, dengan teknik perawatan yang benar, Anda bisa memperpanjang usia pakainya hingga 1.000 KM tanpa kehilangan fungsi redamannya (cushioning). Sebagai spesialis cuci sepatu terdekat, kami merangkum panduan lengkap merawat sepatu lari untuk Anda.
1. Jangan Gunakan Sepatu Lari untuk Aktivitas Lain
Kesalahan paling umum adalah menggunakan sepatu lari untuk pergi ke mall atau sekadar jalan santai. Sepatu lari dirancang untuk gerakan repetitif satu arah. Menggunakannya untuk aktivitas lain akan mempercepat ausnya sol bawah (outsole) dan melemahkan struktur midsole. Simpanlah sepatu lari Anda hanya untuk saat berlatih agar performanya tetap maksimal.

2. Segera Bersihkan Lumpur dan Debu Setelah Berlari
Jika Anda sering berlari di area terbuka atau jalur trail, noda tanah dan debu pasti akan menempel pada bagian mesh (kain berpori). Debu yang masuk ke pori-pori mesh bertindak seperti amplas kecil yang dapat merobek serat kain seiring waktu. Jika noda masih baru, gunakan sikat halus dan sedikit air untuk membersihkan permukaan. Namun, untuk pembersihan total, sangat disarankan menggunakan jasa laundry sepatu BSD setidaknya sebulan sekali agar kotoran di dalam serat tidak mengendap.
3. Hindari Mencuci dengan Mesin Cuci
Mesin cuci adalah musuh utama sepatu lari. Putaran mesin yang kasar dan deterjen yang keras dapat merusak lem sepatu dan mengubah bentuk struktur foam pada midsole. Di workshop cuci sepatu Gading Serpong kami, kami menggunakan teknik Hand-wash yang sangat teliti, memastikan bagian busa tidak tertekan secara berlebihan sehingga fungsinya sebagai peredam benturan tetap terjaga.
4. Keringkan Secara Alami (Tanpa Sinar Matahari Langsung)
Setelah mencuci atau terkena hujan, jangan pernah menjemur sepatu lari di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan pengering rambut (hairdryer). Suhu panas yang ekstrem akan merusak elastisitas sol dan membuat bagian atas sepatu menyusut. Cukup angin-anginkan di dalam ruangan atau gunakan alat pengering khusus yang suhunya terjaga.

5. Rutin Melepas Insole dan Tali Sepatu
Bakteri penyebab bau paling banyak bersarang di bawah alas dalam (insole). Setiap selesai berlari, biasakan melepas insole agar udara bisa mengalir ke bagian dasar sepatu. Jika sepatu sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap, itu tandanya bakteri sudah menumpuk. Layanan cuci sepatu Bintaro kami menggunakan teknologi UV Sterilizer yang mampu membunuh bakteri penyebab bau tanpa merusak bahan kain yang sensitif.
6. Beri Waktu Istirahat untuk Sepatu Anda
Tahukah Anda bahwa busa (foam) pada sepatu lari butuh waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk kembali ke bentuk semula setelah digunakan berlari jauh? Jika Anda berlari setiap hari, sangat disarankan memiliki dua pasang sepatu yang digunakan secara bergantian.
Kesimpulan: Rawat Sekarang, Hemat Kemudian
Merawat sepatu lari secara profesional jauh lebih murah daripada harus membeli sepatu baru karena kerusakan dini. Dengan teknik pembersihan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat uang, tetapi juga menjaga kenyamanan kaki saat berlari.
Warga Tangerang Selatan kini tidak perlu bingung lagi. Kami menyediakan layanan antar-jemput bagi komunitas lari di BSD, Bintaro, dan Gading Serpong. Tim kami paham betul anatomi sepatu lari, mulai dari Carbon Plate hingga material Mesh yang paling tipis.
Siap untuk lari 1.000 KM berikutnya? Pastikan sepatu Anda dalam kondisi prima. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan paket khusus cuci sepatu olahraga!

